Aku benar-benar tak habis pikir,mengapa aku bisa jatuh cinta padanya. Dia sama sekali bukan tipeku bahkan jauh dari tipeku, tapi setiap tatapan matanya dan ketika aku berpapasan dengannya di suatu jalan, hatiku seakan bergetar kencang dan pada saat itu aku merasa tak ingin mengalihkan pandanganku terhadapnya. Setiap kakinya melangkah ke suatu tempat, mataku selalu tertuju padanya. Cara berjalannya yang aneh, semakin membuatku terpesona padanya. Sampai pada suatu hari, ia mengirim sms padaku, jiwaku seakan melayang di udara. Serasa sedang menari bersama angin di awan biru yang cerah. Aku tau, perasaan seperti ini sangat-sangatlah norak. Tapi entahlah ku biarkan ini terjadi. Mungkin karna cinta yang terlalu merasuk hingga palung hatiku. Sejak hari itu, aku sering berkomunikasi dengannya, bercanda bersamanya, dan tertawa bersamanya. Hari demi hari pun berlalu, 3 hari terakhir ini aku sama sekali tidak berkomunikasi dengannya. Dia menghilang dari hidupku tiba-tiba. Aku berusaha mencarinya, aku terus mencari informasi tentangnya. Dan pencarianku berakhir ketika ada orang yang bilang bahwa “dia adalah pemakai”, Ya Tuhan..Badanku serasa lemas, kepalaku pusing, hatiku hancur saat itu. Aku segera pulang ke rumah sambil melamunkan apa yang orang itu katakan. Dan aku mulai berpikir, apa yang menyebabkan dia menjadi seperti itu? faktor sekolah kah? keluarga kah? Aku sempat berpikir bahwa aku harus segera membunuh rasa ini sebelum terlanjur dalam dan menyakiti perasaanku. Tak terasa air mataku mengalir dan aku selalu terbayang-bayangi oleh wajahnya yang tampan itu. Tuhan..mengapa aku bisa jatuh cinta padanya??? Beberapa hari kemudian, dia kembali menghubungiku. Aku bersikap seperti biasanya, aku tidak ingin dia tahu bahwa aku mengetahui rahasianya. Aku sangat bahagia dia masih peduli padaku. Air mataku kembali menetes disaat aku melihatnya pada sore hari itu, wajahnya pucat, matanya sayu, ia terlihat sangat lemas dan lesu. Buru-buru ku hapus air mataku dan bertindak bodoh di hadapannya. Aku benar-benar terkejut saat dia tiba-tiba membelaiku setelah aku membuat lelucon kecil di hadapannya dan teman-temannya. Sikapku tetap netral saat itu, walaupun sebenarnya hatiku berbunga-bunga. Kembali ku diingatkan bahwa dia adalah pecandu, dia sudah rusak, akankah baik jika aku berhubungan dengannya??
Sampai pada suatu malam aku tersadar, cintaku padanya terlanjur dalam dan bertambah kuat. Aku benar-benar dalam kondisi dilema. Akhirnya aku mengambil keputusan bahwa dia tidak untuk dijauhi, dia perlu arahan dan bimbingan agar kembali ke jalan yg benar. Jika aku diberi kesempatan bisa memilikinya, aku akan pelan-pelan berusaha merubahnya, walaupun sangat berat. Jika aku tak diberi kesempatan untuk memilikinya, aku akan mencoba ikhlas dan tetap berusaha merubahnya serta selalu siap menjadi teman terbaik untuknya . . .


Aku Percaya Kamu
aku benar-benar bingung dengan semua yang terjadi padaku.. Dulu aku sama sekali tidak mengharapkannya, bahkan sama sekali tidak memperdulikannya.. Aku berpikir bahwa aku sama sekali tak butuh dia, karna saat itu aku masih mencintai “My 1st Love”..Ternyata, ketika dia sedikit menjauh dariku..aku begitu merindukannya, dan seakan tak ingin lepas darinya..Aku jadi ingat, dialah yang memberiku semangat saat aku jatuh, dialah orang yang bersikap apa adanya, dia orang yang tidak mau menyerah, kasih sayangnya tulus dan tidak mengharapkan balasan dari ku..










yG terAkHir ngOceH